5 Tips Menyulap Sepeda Agar Terasa Seperti Baru

Seiring berjalannya waktu, performa sepeda akan menurun secara perlahan. Dari segi desain pun juga begitu, akan terlihat kuno ketika muncul tren-tren sepeda dengan tampilan yang lebih compact dan stylish.

Jika uang bukan masalah bagimu, membeli sepeda baru mungkin tak akan memberatkan kantong. Namun jika duit pas-pasan, tak ada salahnya untuk menjadikan sepeda lamamu terlihat ‘baru’ kembali. Ini dia tips menyulap sepeda lama jadi terasa baru.

1. Ganti komponen untuk titik kontak

Ilustrasi sepeda lama. Foto: https://unsplash.com/@oliverulerich

Komponen yang menjadi titik kontak pada sepeda meliputi pedal, sadel, dan setang. Untuk bagian setang, road bikers bisa mengganti bar tape lama dengan yang baru. Cara lainnya ada mencoba hand grip dengan desain dan bahan yang berbeda dari sebelumnya. Ini tak hanya memberikan tampilan lebih segar, tapi juga memberikan sensasi genggaman baru.

Mengganti pedal juga bisa memberikan kesan berbeda ketika gowes. Terlebih jika pesepeda memang sudah merasa performa kayuhan berkurang akibat pedal yang juga menua. Memasang pedal baru bisa memberikan rasa gowes yang lebih halus, mudah, dan tak mudah bikin lelah.

Sadel bisa berpengaruh pada apakah kita betah berlama-lama di atas sepeda atau justru ingin buru-buru selesai gowes. Jika pesepeda merasa sadel yang dimiliki sekarang kurang nyaman, memasang sadel baru bisa jadi pilihan. Namun, jika tak ingin repot-repot pasang sadel baru, tersedia juga cover sadel dengan bantalan yang bisa ditemukan di e-commerce. Harganya bisa ditemukan mulai dari Rp17 ribu saja!

2. Perbarui rantai yang sudah berumur

Bersepeda dengan rantai yang tua bisa membuat laju sepeda terasa lamban. Sepeda akan terasa semakin tak nyaman dikendarai apabila drivetrain juga kotor.

Rantai sepeda sendiri biasanya harus diganti ketika sudah menjelajah 1.500 km sampai 4.000 km. Jika merasa rantai masih bisa dipertahankan, pesepeda bisa membersihkannya dengan rutin dan teliti. Tak hanya rantai, tapi juga komponen lainnya pada drivetrain.

Khususnya para pesepeda gunung yang senang melintasi medan berlumpur.

3. Pasang bearing baru

Bearing memiliki fungsi mencegah friksi pada komponen berputar di sepeda, seperti pada as roda depan dan belakang, braket bawah, dan pada bagian headset.

Bearing yang aus sering menimbulkan bunyi dan membuat sepeda kurang menyenangkan untuk dikendarai. Mengganti bearing hari ini lebih mudah karena kebanyakan sepeda modern menggunakan cartridge bearing.

Meskipun bearing tak selalu terlihat, tapi menggantinya bisa menyegarkan performa sepeda. Bearing pada headset biasanya lebih mudah diganti daripada bearing di bagian braket bawah atau pada as roda.

Tergantung pada cara pemasangannya, pesepeda mungkin membutuhkan alat khusus untuk melepas bearing di sejumlah bagian sepeda.

4. Coba ban ukuran baru

Sebagai titik kontak utama sepeda dengan permukaan jalan, kondisi ban harus rajin diperhatikan. Pesepeda harus meneliti apakah ban sudah menunjukkan tanda-tanda aus. Misalnya ban terlihat sejumlah titik yang botak, cengkeraman berkurang, atau tampak goresan-goresan di permukaan ban.

Selain menukar ban lama dengan ban baru yang punya spesifikasi serupa, pesepeda bisa mencoba ban dengan ukuran baru. Namun, ini juga disesuaikan apakah sepeda memang kompatibel untuk dipasangkan ban yang ukurannya mungkin lebih besar.

Tak hanya ban, pesepeda bisa memeriksa komponen berbahan karet lainnya. Sepeda dengan rem velg juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah sudah waktunya diganti tau belum. Karena sama-sama berbahan karet, bantalan rem pada rem velg juga bisa aus dan mengurangi performa pengereman.

5. Cat ulang sepeda

Selain dari aspek komponen dan performa, aspek visual juga bisa memberikan kesan lebih segar pada sepeda lama. Untuk memperbarui desainnya, pesepeda bisa mengecat ulang rangka sepeda.

Tak hanya mengecat ulang, ada juga frame decals yang bisa ditempelkan agar sepeda kian terlihat berbeda. Pesepeda bisa mengambil inspirasi dari desain-desain sepeda impian, lho!