3 Tips Memilih Lampu Sepeda Buat Persiapan Gowesata

Lampu sepeda sangat penting ketika kita berkendara saat malam hari atau keadaan gelap di sekitar kita. Tentunya, aksesori satu ini akan meningkatkan kewaspadaan pengendara lain agar berhati-hati pula.

Nah, sebelum memutuskan membeli lampu sepeda, ini dia beberapa tips saat memilihnya.

1. Jangan asal terang

Ketika menentukan seberapa terang yang kita inginkan, jangan lupakan aspek keselamatan pengendara lain. Cahaya yang terlalu intens di jalan menimbulkan risiko keamanan.

Misalnya bagi goweser commute, lampu sepeda tidak hanya meningkatkan penglihatan goweser, tetapi pastikan juga cahaya yang dipancarkan tidak ‘membutakan’ pengendara lain.

Jika memang lampu sepeda yang dipilih memiliki intensitas tinggi, setel lampu sepeda agar lebih mengarah ke bawah. Untuk goweser yang rute commutenya melibatkan jalan dengan penerangan lebih minim bisa memilih lampu dengan intensitas sekitar 200 lumen.

Untuk lampu belakang umumnya menggunakan lampu yang berkedap-kedip. Opsi lampu kedap-kedip ini selain memudahkan pengendara lain membedakan goweser dari lampu lalu lintas, juga menghemat energi lampu.

Jika goweser berniat untuk gowes di luar wilayah perkotaan, goweser bisa memilih lampu dengan intensitas tinggi, seperti 1000 lumens.

2. Utamakan pilih lampu sepeda yang bisa diisi ulang

Biasanya terdapat dua pilihan sumber daya untuk lampu sepeda, yaitu pengisian daya dengan USB dan menggunakan baterai reguler mirip remot TV.

Dengan lampu yang pengisiannya menggunakam kabel USB tentu tidak perlu susah-susah membeli baterai baru. Karena tinggal sambungkan lampu dengan USB seperti pada HP. Selain itu, lampu dengan pengisian via USB ini biasanya berukuran lebih kecil, ringan, dan kuat.

Ada pula lampu sepeda berdaya tinggi yang harus tetap tersambung dengan paket baterainya selama gowes. Paket baterai sepeda ini biasanya juga ikut dipasang di handlebar sepeda.

Untuk penggunaan sepeda yang rutin, baiknya pilih baterai lampu sepeda yang bisa diisi ulang dibandingkan menggunakan baterai sekali pakai. Sekarang pun banyak ditemukan baterai yang bisa diisi ulang.

Lampu depan sepeda dengan daya isi ulang juga diketahui lebih tahan lama dibandingkan menggunakan sumber tenaga baterai sekali pakai.

3. Lampu LED jadi raja hari ini

Hari ini, popularitas lampu LED telah menggeser lampu halogen. Sebab lampu LED lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit energi untuk menghasilkan sorotan cahaya yang serupa.

Selain LED dan halogen, dunia sepeda juga mengenal lampu High-intensity Discharge (HID). Lampu HID ini bisa dibilang lampu premium.

Pancaran cahayanya intens dan harganya mahal. Popularitasnya tidak lama karena tergeser lampu LED.

Jadi gimana, sudah tahu mau pilih lampu sepeda yang seperti apa?